
Bacaan Amsal 10 : 21 – 32.
Bibir adalah merupakan bagian dari anggota tubuh manusia yang memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting. Dengan bibir, maka manusia akan mampu berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Agar didalam berkomunikasi dengan orang lain tersebut dapat berjalan dengan baik, maka didalam menggunakan bibir tersebut seseorang harus berfikir dulu sebelum berbicara, artinya ada suatu pengendalian didalam berbicara. Seekor kuda, pada mulutnya diberikan kekang dengan harapan agar kuda tersebut dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan dari sang kusir. Bagaimana dengan bibir manusia, sebab seringkali didalam berkata – kata kadangkala manusia masih menyakiti fihak lain.
Bacaan kita yang terambil dari Amsal 10 : 21 – 32 pada kesempatan saat ini memberikan suatu petunjuk kepada kita, bagaimana cara orang benar mempergunakan bibirnya untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Bibir yang dipergunakan dengan akal budi tidak akan merugikan orang lain. Tetapi justru bibir orang benar akan menuntun atau menolong orang menggembalakan orang banyak. Bibir sebagai bagian tubuh dapat menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan jika dipergunakan dengan akal budi. Tetapi sebaliknya bibir juga akan mendatangkan celaka bagi pemiliknya jika sembrono dalam menggunakannya. Kenapa ? Karena jika kita sembrono mengeluarkan kata – kata pada orang lain, apalagi fitnah, kita bukan saja bisa dituntut ke pengadilan, tetapi juga tidak memuliakan Allah. Kata – kata yang keluar dari bibir orang yang tidak bijaksana tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri, tetapi juga merugikan orang lain dan merugikan Tuhan.
Jemaat yang terkasih didalam nama Tuhan Yesus Kristus, semestinya kita berpikir sejenak sebelum berkata – kata. Jika kata – kata yang akan diucapkan bibir kita rasanya tidak akan mendatangkan kebaikan bagi orang lain, merusak hubungan dengan orang lain, maka adalah lebih bijaksana jika kita tidak berkata – kata. Sikap, perbuatan, dan teladan yang baik dapat menggantikan banyak kata – kata yang tidak kita ucapkan. Jadi lebih baik diam daripada kata – kata yang kita ucapkan tidak membangun dan tidak berguna.
Sebuah pepatah mengingatkan kepada kita, bahwa “Diam itu Emas” dan “Berbicara itu Emas” artinya : Berbicara itu baik dan berdiam itu juga baik. Yang terpenting apabila kita berbicara, semua itu harus diucapkan oleh karena bibir kita hendak memuliakan Tuhan selalu. Ingatlah ! yang terutama kita harus selalu bertanya lebih dahulu pada diri kita sendiri, apakah kata – kata yang kita keluarkan dari bibir kita itu berguna, membangun orang lain, dan menggembalakan orang banyak. Orang yang baik mengeluarkan hal – hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal – hal yang jahat dari perbendahaannya yang jahat. Tetapi aku berkata kepadamu : setiap kata sia – sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. ( Matius 12 : 35 – 36 )
Post a Comment