Ada sebuah pujian dari Kidung Jemaat 376 yang syairnya: “Ikut Dikau saja Tuhan, jalan damai bagiku, aku slamat dan sentosa hanya oleh darahMu. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu, dalam Dikau Juru Slamat, ku bahagia penuh”.
Seandainya Matius hidup di jaman ini, kemungkinan besar lagu itu menjadi pujian yang akan dinyayikan ketika ia mengundang Tuhan Yesus untuk makan dirumahnya bersama dengan para rekannya sesama orang berdosa yang menjadi cemoohan bangsanya sendiri. Hari itu dimulai ketika Tuhan Yesus melihat Matius pemungut cukai dan berkata “Ikutlah Aku“.
Undangan ini merupakan undangan yang tidak ternilai keistimewaannya. Yesus, Sang Mesias, mengundang dan memanggil orang berdosa seperti Matius si pemungut cukai yang menurut pandangan orang lain adalah tidak berharga. Catatan: pemungut cukai adalah pengumpul pajak untuk pemerintah Romawi. Mereka mengumpulkan uang bagi penjajah asing selain itu mereka juga seringkali memungut pajak yang melebihi dari yang ditetapkan, sehingga mereka sangat dibenci dan di pandang sebagai orang yang berdosa.
Panggilan itu sendiri bagi Matius bukanlah sebuah panggilan yang tanpa konsekuensi. Ketika Allah memanggil, Ia memberikan anugerah dan sekaligus tanggung jawab. Mengikut Tuhan Yesus berarti meninggalkan seluruh kehidupan yang lama, termasuk pekerjaan yang telah memberikan suatu jaminan dan kemakmuran. Matius telah melepaskan semuanya itu dan keputusan ini akan menjadi sebuah tekad tanpa kemungkinan untuk kembali, dalam hal ini Matius sudah memilih apa yang paling bernilai dalam hidupnya.
Terhadap orang Farisi yang mengkritik sikapNya mengundang Matius, Tuhan Yesus balik mengkritik mereka. Mereka tidak mengerti hakikat undangan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengundang Matius karena Ia mengasihi orang berdosa dan ingin menyelamatkannya (ayat 13). Sikap orang Farisi ini menunjukkan bahwa mereka tidak merasa perlu mengikut Tuhan Yesus. Oleh karena itu, mereka tetap tinggal sebagai orang berdosa.
Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan mereka yang berdosa dan menarik mereka yang tersesat. Seringkali banyak orang yang merasa berdosa dan tersisih dari masyarakat tidak layak untuk datang kepada Yesus tetapi mereka lebih suka menjauh dari Tuhan dan tidak mau beribadah. Melalui perenungan kita pada saat ini kita diingatkan bahwa Tuhan Yesus adalah betul-betul Allah yang selalu mengerti dan peduli terhadap anak-anaknya. Ingatlah, Tuhan Yesus datang ke dunia ini bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.
Renungkan: Apakah anda seperti Matius yang menjawab panggilanNya mengikut Tuhan Yesus? Ataukah anda seperti orang Farisi yang tidak merasa perlu mengikut Dia? Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tatapi orang sakit. Amin.
Post a Comment