Perenungan dari Matius 8 : 28 – 34.
aman ini “setan” masih menjadi perhatian publik sehingga acara-acara di televisi berbau mistis yang mencoba mengungkapkan misteri dari dunia lain masih menjadi trend. Betapa bahagianya “setan-setan” sekarang menjadi aktor dan aktris (tapi sayang, mereka tidak mendapat honor dari produser).
Kejadian “ada”nya setan seperti di atas juga disaksikan oleh penulis kitab Matius, khususnya dalam Mat. 8:28-34. Ketika Yesus memasuki daerah Gadara (dalam Markus dan Lukas disebut dengan Gerasa), Dia berhadapan dengan dua orang yang kerasukan setan kuburan (lih. ay. 28). Akibat dari kerasukan tersebut memang diceritakan betapa berbahayanya dua orang tersebut, sehingga membuat takut semua orang. Bahkan setan mampu berdialog dengan Yesus dimana “setan-setan” tersebut merasa terancam keberadaannya dengan hadirnya Yesus. Mereka takut jika diadili oleh Yesus atas perbuatan atau kelakuan mereka (band. Why. 9:5). Jelaslah bahwa kekuatan setan melebihi kekuatan manusia, sehingga manusia tidak akan mampu menaklukkannya.
Yesus tidak tinggal diam. Yesus segera menyuruh setan keluar dari tubuh orang tersebut dan menyuruh setan pindah ke dalam babi-babi. Akibatnya: pertama babi-babi yang dirasuki setan tersebut terjun ke dalam jurang, ke dalam danau dan mati (wah babi-babi yang mati itu dibuat sate apa tidak ya…?? Padahal kan enak). Kedua penjaga babi melaporkan kejadian itu ke kota dan hasilnya seluruh kota mengusir Yesus (ya jelas diusir… kalau Yesus ada di situ terus mereka bisa kehilangan ternak lagi… kalau ternaknya dirasuki setan). Penolakan kehadiran Yesus di Gadara mungkin juga disebabkan adanya pendapat bahwa Yesus mengusir roh jahat dengan kekuatan roh jahat (band. Mat. 12:24). Yang jelas, akhir cerita ini “happy ending” bahwa yang jahat dikalahkan oleh Yesus dan orang yang kerasukan kembali normal keadaannya.
Pelajaran penting dari kisah ini adalah :
1. Bahwa setan itu ada (seperti bacaan kita ay. 28, berhati-hatilah kalau ke kuburan).
2. Bahwa hanya kuasa Allah dalam diri Yesus yang mampu menaklukkan setan. (Kekuatan manusia… tidak mungkin bisa!!!)
3. Bahwa setan mampu merasuki, mampu membuat “gila” dan mampu membuat “bahaya” bagi manusia lain. (karena itu pembaca renungan ini jangan sekali-kali mau dirasuki setan, karena saudara bisa “gila” dan “berbahaya” bagi orang lain).
Post a Comment