Penyejuk Iman
GKJ Danukusuman Surakarta www.gkj-danukusuman.co.cc

Kemarin, Kini, Kelak


Mazmur 85
Merdeka !!!, inilah pekik yang diucapkan oleh bangsa Indonesia setelah terlepas dari penjajahan. Bangsa Indonesia setelah terlepas dari belenggu penjajahan, tentunya mempunyai pengharapan bahwa kelak hidup bangsa Indonesia akan lebih baik lagi daripada masa lalu / kemarin. Mereka mencoba untuk hidup lebih baik agar mereka tidak dijajah lagi. Bangsa Indonesia mulai mengadakan pembanguan dan pembaharuan disegala bidang.
Dalam bacaan kita pada saat ini yang diambil dari Mazmur 85, adalah sebuah renungan yang berwujud doa. Doa dalam Mazmur ini mungkin dipanjatkan dalam era pasca pembuangan. Era itu bagi bangsa Israel merupakan masa–masa yang sulit. Mereka harus membangun diatas puing–puing kehancuran setelah tanah mereka diambil dan diinjak–injak oleh bangsa lain. Hal ini terjadi karena ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan. Memang mereka sudah kembali dari pembuangan, namun Bait Allah seolah hampa hadiratNya. Tanah perjanjian masih belum memberikan hasil yang memuaskan bagi kehidupan mereka. Selain itu kedamaian yang mereka dambakan seolah masih jauh dari yang mereka harapkan. Hal ini menunjukkan, bahwa waktu itu sesudah pemulihan/pengembalian ke tanah perjanjian, ternyata mereka masih memerlukan pemulihan lanjutan dari Allah.
Pada situasi demikian, umat Israel yang telah kembali dari pembuangan mengingat kembali bahwa Allah adalah pemulih, pengampun yang dimasa lalu telah reda murkaNya. Pemazmur juga mengacu kepada firman Allah yang ditujukan kepada orang–orang yang dikasihiNya supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan. Dalam kepedihan pertobatan, timbul ingatan akan kasih setia Tuhan, dimana Ia akan mewujudkan syallom di bumi ini. Dalam hal ini pemazmur menaikan permohonannya, agar Allah memulihkan mereka dan meniadakan murkaNya atas mereka.
Kegagalan yang dialami oleh Bangsa Israel dengan segala kepahitan hidupnya pada waktu itu, merupakan pelajaran yang berharga bagi Bangsa Israel dan juga bagi umat Kristen pada saat ini. Melalui renungan kita pada saat ini, bailah kita hidup lebih baik lagi dan lebih taat kepada Allah. Kasih Allah tidak pernah berubah, kemarin, kini dan kelak. Ia adalah Allah yang setia. Kita perlu secara serius menghayati pertobatan dan kerinduan akan terwujudnya kesetiaan dan pemerintahan Allah yang dulu pernah Ia nyatakan.
Renungkan : Kemarin, kini dan kelak, Allah tidak berubah dalam kesetiaanNya dan pasti merampungkan rencana–rencana kekalNya.
0 comments:

Post a Comment

Tempat mengakses ayat-ayat yang terdapat di dalam Renungan.
Versi Terjemahan Kitab Pasal Ayat  
: -

Followers

Blogumulus by Roy Tanck and jide-theater

By Komisi Multimedia

Post recent