Perenungan dari 1 Timotius 6 : 11 - 16.
Tidak semua pekerjaan bisa disebut profesi. Pekerjaan yang bisa menjadi profesi, harus memenuhi beberapa syarat di antaranya: ilmu yang menjadi dasar pekerjaan itu sifatnya mandiri/otonom, dalam menjalankan pekerjaan orientasi utamanya bukan demi uang, melainkan orang yang melakukan profesi itu senantiasa belajar dalam hidupnya.
Profesional artinya melakukan profesi atau pekerjaan sesuai dengan keyakinan dan kehormatan profesi tersebut. Kata profesi artinya mengakui. Mengakui yang berarti percaya pada suatu keyakinan atau kebenaran sampai orang tersebut mau memberikan kesaksian dan memegang yang dipercaya itu menjadi sebuah ikrar.
1 Tim. 6:13 memberi kesaksian bahwa Yesus mengikrarkan ikrar yang benar. Mengakui artinya memberikan kesaksian berkaitan dengan sebuah keyakinan yang resikonya tentu berat. Seperti Yesus yang mengakui atau memberikan kesaksian di depan Pontius Pilatus kemudian dihukum mati. Demikianlah makna terdalam dari kata profesi. Profesi bisa menjadi pekerjaan apabila dilakukan dengan sepenuh hati dan mau menanggung resiko selaras dengan nilai-nilai luhur profesi tersebut.
Apa artinya menjadi orang Kristen yang profesional? Dari perenungan di atas jelas bahwa untuk menjadi orang Kristen yang profesional harus memperhatikan 2 hal, yaitu:
1. Percaya pada keyakinannya, mampu memberikan kesaksian dan memegang keyakinannya tersebut dengan sepenuh hati.
2. Mau berkorbankan demi keyakinan dan kebenaran yang dimilikinya.
Dua hal tersebut yang harus kita perjuangkan dalam menjadi anak-anak Yesus.
Berkaitan dengan keadaan kita masing-masing; siapapun kita, apapun profesi kita (entah itu guru, perawat, dokter, wartawan, pekerja sosial, penjahit, karyawan, dll) maka kita harus:
- Melakukan profesi tersebut bukan hanya untuk sekedar “cari uang”.
- Melakukan profesi tersebut dengan segenap hati, penuh kesungguhan, setia dan disiplin.
Jika Yesus melakukan pelayanan-Nya dengan profesional, maka kita sebagai anak-anak-Nya juga harus profesional baik dalam pekerjaan kita maupun dalam kehidupan rohani kita. AMIN.
Post a Comment