Penyejuk Iman
GKJ Danukusuman Surakarta www.gkj-danukusuman.co.cc

“Engkau adalah Mesiasku, Juru selamatku”


Bacaan Matius 16 : 13 – 20.
Coba saudara bayangkan, seandainya Yesus bertatap muka dengan saudara dan bertanya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”. Jawaban saudara pasti akan sama dengan Petrus bahwa Yesus adalah Tuhan saya, Yesus adalah pegangan hidup saya, Yesus adalah kekasih hati saya, dll. Jawaban itu tentu benar.
Pertanyaanya: seberapa penting pengakuan itu bagi kehidupan iman kita? Jika kita tinjau perikop kita, Petrus menyatakan pengakuannya bahwa Yesus adalah Mesias atau juru selamat-nya. Petrus memberikan jawaban tersebut dengan penuh kesadaran; bahwa tidak ada juru selamat lain selain Yesus. Tidak ada yang bisa memberi kebahagiaan kecuali Yesus. Tidak ada yang bisa memberi kedamaian kecuali Yesus. Mengaku artinya menyatakan bahwa sesuatu itu adalah miliknya. Dan dalam menyatakan “miliknya” itu Petrus penuh kesadaran; artinya yang diucapkan atau dinyatakannya itu bukan main-main, bukan sekedar di bibir saja tetapi benar-benar dari lubuk hati yang paling dalam. Tentu model pengakuan yang dimiliki Petrus itu mengandung konsekuensi yang cukup berat, sehingga dalam karya pelayanannya kita bisa melihat betapa Petrus sangat setia, sangat mencintai, dan sangat tunduk pada Yesus. Jelas bahwa kata pengakuan dan kesadaran ada kaitannya.
Kemudian buah dari pengakuan Petrus itu adalah:
1. Petrus mendapatkan “kebahagiaan” dari Allah (ay. 17). Kebahagiaan yang diperolehnya bukan dari harta dunia, bukan dari pangkat/ derajat; tetapi kebahagiaan atau damai sejahtera dari Allah sendiri. Dimana damai sejahtera Allah itu sangat dibutuhkan bagi banyak manusia di dunia.
2. Petrus mendapat gelar Petra atau batu karang (ay 18). Gelar batu karang harus dimengerti dalam arti kiasan; dimana dengan keteguhan imannya, Petrus berkewajiban untuk memper-tahankan kehidupan masyarakat persekutuan Yesus (baca: orang-orang yang percaya kepada Yesus). Petrus harus dapat menjaga kemurnian ajaran Yesus, yang dipegang jemaat sebagai dasar kehidupannya.
3. Petrus memegang kunci Kerajaan Sorga (ay. 19). Kata “Kunci Kerajaan Sorga” juga harus dimengerti sebagai kiasan, dimana Petrus diberi wewenang untuk mengabarkan Injil (Kerygma) dan menyatakan ajaran. Pemegang kunci Kerajaan Sorga juga dapat diartikan bahwa Petrus mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah.
Dari perenungan di atas, kita diperhadapkan pada suatu pertanyaan: “Siapakah yang ingin menjadi Petrus-Petrus baru di jaman ini? Yaitu Petrus yang dengan kesadaran mengaku Yesus adalah Mesiasnya. Petrus yang mau menerima damai sejahtera Allah. Petrus yang bertanggung jawab terhadap kehidupan jemaat. Dan Petrus yang mau memberitakan Injil dan mewujudnyatakan ajaran Yesus”. Selamat bergumul.
0 comments:

Post a Comment

Tempat mengakses ayat-ayat yang terdapat di dalam Renungan.
Versi Terjemahan Kitab Pasal Ayat  
: -

Followers

Blogumulus by Roy Tanck and jide-theater

By Komisi Multimedia

Post recent