Perenungan dari Matius 14 : 13 - 21
Seiring dengan peradaban jaman yang semakin maju, kita dapat melihat bahwa tingkat kepedulian terhadap sesama manusia saat ini nampaknya mengalami penurunan. Manusia lebih suka mementingkan diri sendiri dan tidak mau peduli lagi terhadap sesamanya. Disaat ada sesama manusia yang membutuhkan pertolongan orang cenderung enggan untuk menolong, mereka lebih suka berpangku tangan. Bisa juga seseorang mau menolong sesamanya, tetapi memperhitungkan dulu segi untung dan ruginya. Lalu bagaimanakah dengan kehidupan orang Kristen di jaman ini? Apakah orang Kristen saat ini sama dengan kehidupan orang–orang di dunia yang penuh dengan keegoisan? Atau berani tampil beda? (Artinya hidup sesuai dengan kasih Allah).
Tuhan Yesus Kristus peka akan keadaan orang banyak. Disaat Yesus Kristus melihat mereka kelelahan dan kekurangan makanan, maka timbullah belas kasihanNya. Disini belas kasihan Yesus Kristus muncul karena kebutuhan fisik. Yesus berhati peka terhadap orang banyak yang mengikutiNya. Ia ingin para muridNya pun peka terhadap setiap orang, bahkan bersedia memberi. Murid–murid hanya memiliki lima roti dan dua ikan. Jelas tidak cukup untuk orang banyak. Masih dibutuhkan sedikitnya 5000 roti dan 5000 ikan. Sungguh jumlah yang mustahil. Akan tetapi dihadapan Yesus bukan jumlah yang membuatnya mustahil atau tidak. Segala yang dipersembahkan kepadaNya, diterimaNya, diberkati, dilipatgandakan. Hasilnya? Lima roti dan dua ikan yang telah diberkati Yesus Kristus itu membuat semua orang kenyang. Bahkan ada sisa 12 bakul.
Jemaat yang mengasihi dan dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, apabila kita menghitung–hitung berkat Allah yang telah diberikan dalam kehidupan kita baik jasmani dan rohani sebetulnya sungguh berlimpah. Pertannyaannya adalah: maukah saat ini kita membagikan berkat yang diberikan Allah bagi orang lain atau sesama kita yang membutuhkan? Krisis berkepanjangan di Indonesia menyebabkan banyak saudara–saudara kita kekurangan gizi dan nutrisi. Berilah mereka bantuan. Karna sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. ( Matius 25 : 40 ).
Post a Comment